|
Written by Administrator
|
|
Monday, 13 October 2008 |
|
Pengembangan industri nasional yang diarahkan pada pemenuhan kandungan lokal yang tinggi, perlu dibarengi upaya pemenuhan SDM berkualifikasi Teknik Elektro (S1, S2, dan D3) untuk mengembangkan dan mengelola sumber daya energi elektrik pada sisi pensuplai ataupun sisi pelanggan. Kebutuhan SDM ini hanya dapat dipenuhi secara kualitatif dan kuantitatif, dengan merancang kurikulum yang fleksibel dan mengakomodasi kebutuhan setiap stakeholder yang terkait. Disamping itu, dalam pembangunan infrastruktur untuk pengembangan industri, diperlukan pula SDM yang mampu menerapkan ilmu teknologi terbaru yang memperkuat kompetensi, meningkatkan kemampuan manajerial dan memiliki karakter mulia seperti digariskan dalam visi UNISSULA "Bismilah membangun generasi Khaira Ummah", dengan melihat peluang dan tantangan ini Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Islam Sultan Agung didirikan. Program S2 Teknik Elektro atau Magister Teknik Elektro merupakan salah satu program studi di Fakultas Teknologi Industri UNISSULA yang memiliki latar belakang pada upaya antisipasi perkembangan pesat di bidang ilmu teknik elektro. Upaya awal pendirian MTE adalah berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 1637/D/T/2008, tentang status resmi Magister Teknik Elektro dengan nilai "B" akreditasi institusi dari BAN PT, MTE percaya diri menjadi yang pertama dan satu-satunya program S2 Teknik Elektro di Jawa Tengah. |
|
Last Updated ( Friday, 23 October 2009 )
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 17 October 2008 |
|
Kebutuhan energi listrik (tenaga listrik) baik di sektor rumah tangga, gedung perkantoran, maupun industri meningkat tajam seiring dengan tingkat pendapatan masyarakat dan pertumbuhan industri. Peningkatan energi listrik dari sisi pemakaian akan menjadi kendala pada sisi pembangkitan, karena pembangkit-pembangkit tenaga listrik di Indonesia relatif terbatas dan energi listrik yang dibangkitkan belum sebanding dengan kebutuhan listrik masyarakat dan Industri yang terus berkembang secara pesat sehingga suplai tenaga listrik menjadi kebutuhan utama. Sehingga perlu dibangun pembangkit–pembangkit baru untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Perencanaan, pengelolaan pembangkitan, penyaluran dan pendistribusian energi listrik dituntut untuk memenuhi tuntutan konsumen terhadap peningkatan kuantitas dan kualitas energi yang dihasilkan. Peningkatan kualitas energi listrik juga sangat berpengaruh dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem, hal ini dimaksudkan untuk menjaga peralatan-peralatan sistem yang sensitif terhadap gangguan. Permasalahan besar dalam sektor energi listrik tersebut menuntut adanya deregulasi sehingga diperoleh solusi yang menguntungkan semua pihak. Beberapa kendala yang dihadapi untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah keterbatasan sumber-sumber energi, mahalnya biaya investasi, pemeliharaan dan operasi sistem energi listrik. Lebih-lebih dimasa mendatang ada kecenderungan sistem pembangkitan dilakukan secara terdistribusi (distributed generation) sehingga akan memungkinkan munculnya pelaku-pelaku bisnis baru khususnya didaerah-daerah. |
|
Last Updated ( Tuesday, 16 December 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|